Jumat, 05 Oktober 2012

masalah-masalah lingkungan hidup


IDENTIFIKASI MASALAH-MASALAH LINGKUNGAN HIDUP




Disusun oleh :
Kelompok 2  (P2K)
Fajar paryanto
Ferdinan
H. Beni Sudrajat
Henni Yuliani
Ika Agustina




MASALAH-MASALAH LINGKUNGAN HIDUP
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Hal tersebut tercantum dalam UUD nomor 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup.
Masalah lingkungan hidup semakin lama semakin besar, meluas, dan serius. Ibarat bola salju yang menggelinding yang semakin lama semakin membesar. Persoalannya bukan saja bersifat lokal atau translokal tetapi regional, nasional, trans-nasional, dan global. Dampak-dampak yang terjadi terhadap lingkungan tidak hanya berkaitan dengan satu atau dua segi saja tetapi kait mengait sesuai dengan sifat lingkungan yang memiliki multi mata rantai relasi yang saling mempengaruhi secara subsistem.
Masalah yang terjadi pada lingkungan hidup sebagian tidak lepas dari efek global warming. Dimana suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F selama seratus tahun terakhir. Beberapa dampak dari pemanasan global antara lain yaitu mencairnya es kutub utara dan selatan, meningkatnya level permukaan laut, perubahan iklim/cuaca yang semakin ekstrim, gelombang panas menjadi semakin panas, habisnya glaster-sumber air bersih dunia dan lain sebangainya.

Beberapa contoh kerusakan lingkungan :
  1. 55% daratan Amerika Serikat mengalami kekeringan
Kekeringan yang melanda Amerika Serikat saat ini dipastikan sebagai yang terparah dalam kurun waktu lebih dari 50 tahun. Para petugas di National Oceanic and Atmospheric Administration (Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional) mengatakan, 55% daratan Amerika Serikat dilanda kekeringan ekstrim pada akhir juni lalu. Sampai saat ini, kekeringan telah menghabiskan tanaman jagung dan kedelai di Midwest selatan dan timur, di negara-negara seperti Arkansas, Kentucky, Ohio, texas dan Illionis selatan.

(kekeringan di texas)
Kekeringan di Amerika Serikat mengakibatkan para petani merugi. Begitu pula para petugas pemadam kebakaran berusaha keras untuk memadamkan api pada kebakaran liar di negara-negara Amerika Serikat.

  1. Kebakaran hutan di Israel tahun 2010
Israel dilanda kebakaran hutan yang dahsyat sejak Kamis, 2 Desember 2010. Bencana itu menewaskan sedikitnya 41 orang dan telah memusnahkan 5000 hektar hutan serta memaksa pengungsian 17.000 orang penduduk dari kawasan itu. Kebakaran hutan di kawasan Timur Tengah meluas. Setelah dua hari lalu melanda Israel, kebakaran kemudian meluas ke Lebanon di wilayah utara sejak Minggu (5/12/2010). Situasi alam di Israel sangat tidak mementu, alam yang panas dan angin yang berhembus kencang mengakibatkan Pemerintah Israel terpaksa meminta bantuan internasional untuk mengatasinya. Kira-kira 20 negara telah mengirim bantuan pesawat dan peralatan pemadaman kebakaran untuk memadamkan api itu. Sejumlah negara bersedia segera membantu pengiriman personil dan peralatan pendukung. Mereka diantaranya Yunani, Spanyol, Siprus, Inggris, Rusia Azerbaijan, Rumania, dan Bulgaria. Bahkan, sejumlah negara yang selama ini bersitegang dengan Israel atas isu politik di Timur Tengah pun menyatakan minat untuk membantu. Mereka yaitu Turki, Mesir, dan Yordania.

(kebakaran hutan di Israel)

  1. Kepunahan fauna yang di sebabkan pemanasan global
Hewan bisa terancam  punah karena  berbagai kendala yaitu perburuan, hancurnya habitat, adanya serbuan dari binatang jenis lain, dan perubahan iklim. Hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungan sangat sensitif dan dapat berubah dengan cepat karena setiap terjadinya kepunahan dapat mengganggu rantai makanan. Beberapa di bawah ini adalah hewan yang terancam punah karena pemanasan global.
1.      Beruang Kutub (Polar Bears)
Hewan ini terancam punah karena efek pemanasan global dan mencairnya es di kutub. Beruang kutub akan punah jika lingkaran Arktik terus mencair karena beruang menggunakan lempengan es yang beku untuk berburu dan mencari pasangan. Beruang kutub ditempatkan pada daftar spesies terancam punah pada tahun 2008
2.      Singa Laut (Pacific Walrus )
Singa Laut hidup di Laut Bering dan Chukchi dimana mereka biasa hidup, lahir hidup, sembunyi dari pemangsa dibalik bongkahan es. Oleh karena penurunan es yang dramatis maka singa laut termasuk dalam spesies yang terancam punah.
3.      Penguin Magellan (Magellanic Penguin )
Pinguin ini terancam punah karena arus laut hangat yang membuat burung-burung menjadikan ikan sebagai sumber utama makanan mereka. Hewan ini biasa ditemukan di kawasan Argentina, Cili, dan Kepulauan Falkland. Koloni terbesar spesies ini ada di Patagonia, Amerika Selatan dan jumlahnya turun lebih dari 20 persen dalam 20 tahun terakhir.
4.      Penyu Belimbing (Leatherback Turtle )
Sedikitnya 2.300 penyu betina dewasa tanpa sengaja tertangkap oleh nelayan dan juga karena kura-kura yang sangat sensitif terhadap suhu. Walaupun seumur hidupnya berkelana di dalam air, sesekali hewan kelompok vertebrata kelas reptilia ini tetap harus naik ke permukaan air untuk mengambil napas. Itu karena penyu bernapas dengan paru-paru. Di sisi lain, kenaikan suhu air yang meningkat di sekitar pantai juga menyebabkan menurunnya penyu belimbing jantan.


Ø  Global warming atau pemanasan global sudah sejak lama menjadi wacana dunia beberapa tahun belakang ini. Hampir seluruh aspek terkena imbas karena efek dari pemanasan global tersebut. Pemanasan global tidak lepas karena manusia yang tidak dapat memelihara bumi sebagaimana mestinya.
Ø  “telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah : adakanlah perjalanan di muka bumi dan perlihatkanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang memepersekutukan (Allah).” (QS Ar Rum : 41-42)
Ø  Beberapa cara menanggulangi pemanasan global yang paling dasar adalah tindakan 4R dan composting, yakni Reduce (mengurangi sampah), Reuse (menggunakan kembali), Recyle (mendaur ulang), Replace (mengganti) dan composting (pembuatan kompos). 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar